Kata Dan Syair Tentang Ilmu

أَعَزُّ مَكَانٍ فِى الدُّنْيَا سَرْجُ سَابِحٍ
وَخَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابُ


Tempat paling mulia di dunia adalah pelana kuda pembalap
Dan sebaik-baik teman duduk sepanjang masa adalah buku


- Al-Mutanabbi
مَعَ الْعِلْمِ فَاسْلُكْ حَيْثُ مَا سَلَكَ الْعِلْمُ
وَعَنْهُ فَكَاشِفْ كُلَّ مَنْ عِنْدَهُ فَهْمُ

Bersama ilmu, tempuhlah jalan yang telah ditempuh oleh ilmu…Dan tentangnya, belajarlah dari setiap orang yang memiliki pemahaman


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
فَفِيهِ جِلَاءٌ لِلْقُلُوبِ مِنَ الْعَمَى
وَعَوْنٌ عَلَى الدِّينِ الَّذِي أَمْرُهُ حَتْمُ

Dalam ilmu terdapat penyingkap hati dari kebutaan (kebodohan)…Dan pertolongan terhadap agama yang (seitap) urusannya adalah pasti


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
فَإِنِّي رَأَيْتُ الْجَهْلَ يُزْرِي بِأَهْلِهِ
وَذُو الْعِلْمِ فِي الْأَقْوَامِ يَرْفَعُهُ الْعِلْمُ

Sungguh aku melihat bahwa orang bodoh akan hina dan rendah…Adapun ilmu akan akan meninggikan derajat ahlinya di antara manusia

- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
يُعَدُّ كَبِيرَ الْقَوْمِ وَهْوَ صَغِيرُهُمْ
وَيَنْفَذُ مِنْهُ فِيهِمُ الْقَوْلُ وَالْحُكْمُ

(Dengan ilmu) orang akan dianggap dewasa walaupun masih belia…Dan bahkan (segala) perkataan dan putusannya akan diterima mereka


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
وَأَيُّ رَجَاءٍ فِي امْرِئٍ شَابَ رَأْسُهُ
وَأَفْنَى سِنِيِّهِ وَهْوَ مُسْتَعْجِمٌ فَدِمُ

Apa yang diharapkan dari orang yang telah beruban rambutnya…Yang telah menghabiskan umurnya dalam keadaan bodoh dan pandir


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
يَرُوحُ وَيَغْدُو الدَّهْرَ صَاحِبَ بِطْنَةٍ
تَرَكَّبَ فِي أَحْضَانِهَا اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ

Si pemilik perut buncit melewatkan masa dan waktunya…Dengan seonggok daging dan lemak tersusun di tubuhnya


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
إِذَا سُئِلَ الْمِسْكِينُ عَنْ أَمْرِ دِينِهِ
بَدَتْ رُحَضَاءُ الْعِيِّ فِي وِجْهِهِ تَسْمُو

Jika si miskin ditanya tentang urusan agamnya…Tampak tanda-tanda kebodohan di wajahnya tersimpul


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
وَهَلْ أَبْصَرَتْ عَيْنَاكَ أَقْبَحَ مَنْظَرٍ
مِنْ أَشْيَبَ لَا عِلْمٌ لَدَيْهِ وَلَا حُلْمُ

Apakah kedua matamu pernah melihat pemandangan yang lebih buruk …Daripada orang beruban yang tidak memiliki ilmu lagi kesabaran


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
هِيَ السُّوءَةُ السَّوْءَاءُ فَاحْذَرْ شَمَاتَهَ
فَأَوَّلُهَا خِزْيٌ وَآخِرُهَا ذَمُّ

Dialah keburukan terburuk, maka hindarilah dampak buruknya…Yang mana permulaannya kenistaan dan berakhir dengan kehinaan


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
فَخَالِطْ رُوَاةَ الْعِلْمِ وَاصْحَبْ خِيَارَهُمْ
فَصُحْبَتُهُمْ زَيْنٌ وَخُلْطَتُهُمْ غَنْمُ

Bergaulah dengan pembawa ilmu dan pilihlah teman terbaik dari mereka…Karena bersahabat dan bergaul dengan mereka adalah keindahan sekaligus harta berharga


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
وَلَا تَعْدُوَنْ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ
نُجُومٌ إِذَا مَا غَابَ نَجْمٌ بَدَا نَجْمُ

Janganlah sekali-kali kedua matamu berpaling dari mereka sesungguhnya…Mereka adalah bintang-bintang, jika satu terbenam akan muncul bintang lain


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
فَوَاللَّهِ لَوْلَا الْعِلْمُ مِمَّا اتَّضَحَ الْهُدَى
وَلَا لَاحَ مِنْ غَيْبِ الْأُمُورِ لَنَا رَسْمُ

Demi Allah kalaulah bukan karena ilmu, petunjuk tidak akan tampak jelas…Dan tidak akan terlihat pula oleh kami gambaran dari perkara-perkara gaib


- Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam
الحلم والعلم خَلَّتا كرمٍ
للمرء زينٌ إذ هما اجتمعا

صنوانِ لا يَسْتَتِمُّ حسنُهما
إلا بجمع بذا وذاك معا

كم من وضيع سما به الحلم والـ
ـعلم فحاز السناء وارتفعا

ومن رفيع البنا أضاعهما
أخمله ما أضاع فاتضعا

“Lemah lembut dan berilmu adalah ciri khas dari sebuah kemuliaan,
Apabila hal itu berada pada seseorang maka baginya itulah perhiasan;

Dua hal tersebut keindahannya tidak akan mencapai kesempurnaan,
Kecuali dengan keduanya dalam kebersamaan;

Betapa banyak orang yang rendah lalu berakhlak dengan kelemah-lembutan
dan keilmuan, maka ia mendapatkan kedudukan yang tinggi serta pujian;

Dan betapa banyak orang terhormat yang kehilangan keduanya,
Lalu membuatnya ikut hilang dan terlupakan.”


- (Dari Adabul Mau’idzah hal.17, Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd)
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ

Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu).
Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.


- Sya'ir Al-Imam Asy-Syafi'i
اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

“ Ilmu bila tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah ”
اَلْعِلْمُ نُوْرٌ وَنُوْرٌ لَا يُعْطِي اِلَى الْمَعَاصِي

“ Ilmu adalah cahaya dan cahaya tidaka akan diberikan kepada ahli maksiat ”
خَيْرُ جَالِسٍ فِي الزَّمَنِ كِتَابٌ

“ Sebaik-baik teman duduk diwaktu luang adalah buku “
لَوْ لَا الْعِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهِيْمِ
“ Kalau bukan karena ilmu niscaya manusia itu seperti binatang “
اَلتَّعَلُّمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ

“ Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu “
تَعَلَّمَنَّ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

“ Belajarlah diwaktu kecil dan beramallah dengannya diwaktu besar “
آفَةُ الْعِلْمِ اَلنِّسْيَانُ

“ Bencananya ilmu itu adalah lupa ”
عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

“ Musuh yang pintar lebih baik dari pada teman yang bodoh “
تَرْكُ الْجَوَابِ عَلَى الْجَاهِلِ جَوَابٌ

“ Tidak menjawab pertanyaan orang bodoh adalah suatu jawaban “
لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

“ Setiap tempat memliki bahasa /perkataan dan setiap perkataan memiliki tempat masing-masing “
لَيْسَ الْيَتِيْمُ الَّذِيْ مَاتَ وَالِدُهُ
بَلِ الْيَتِيْمُ يَتِيْمُ الْعِلْمِ وَاْلأَدَبِ

“ Yang dinamakan anak yatim bukanlah orang yang meninggal orang tuanya
tapi anak yatim itu adalah orang yang tidak memiliki ilmu dan adab “
جَرِّبْ وَلَاحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

“ Coba dan perhatikanlah maka engkau akan menjadi orang yang tahu “
يَامَنْ يَرُوْمُ الْكِتَابَ اَوْ حَدِيْثَ النَّبِي
بِغَيْرِ نَحْوٍ وَصَرْفٍ اُقْصُرَنْ يَا غَبِي
اَنْتَ حِمَارُ الْكِتَابِ وَحَدِيْثِ النَّبِي
اَنْتَ اَضَرٌّ مِّنَ الْحَكِيْمِ (تُوْمَا) الْغَبِي

“ Hai orang-orang yang mempelajari al-qur’an dan hadits nabi
tanpa menggunakan ilmu nahwu dan sharaf, berhentilah hai orang-orang bodoh,
Kamu adalah himar yang memikul al-qur’an dan hadits nabi
kamu lebih berbahaya dari pada hakim tuma yang bodoh “
فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ
اَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَاتُقْبَلُ
“ barang siapa yang beramal tanpa didasari oleh ilmu pengetahuan maka amalnya ditolak dan tidak diterima ”

No comments for "Kata Dan Syair Tentang Ilmu"